proyek giant sea wall butuh rp1.297 triliun, ahy ungkap sumber anggarannya

Proyek Giant Sea Wall Butuh Rp1.297 Triliun, AHY Ungkap Sumber Anggarannya

JAKARTA — Pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) di sepanjang tepi pantai utara atau pantura Jawa akan didukung sebagian oleh APBN maupun APBD.

Hal itu disampaikan oleh Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai bertemu dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Selasa (20/1/2026).  Pria yang disapa AHY itu menjelaskan bahwa nantinya pembangunan tanggul laut itu akan dipimpin oleh badan baru bentukan Presiden Prabowo Subianto pada 2025 lalu, yakni Badan Otorita Perlindungan Pantura Jawa.

Kemenko yang dipimpin AHY pun bertindak sebagai dewan pengarah.  Badan otorita itu, terang AHY, masih dalam tahap penyempurnaan konsep. Fokus badan baru itu adalah untuk pembangunan tanggul guna melindungi daerah-daerah seperti Jakarta, Semarang maupun Demak akibat banjir rob maupun penurunan muka tanah.

“Nah tanggul itu diperlukan. Sudah ada sejumlah rancangan yang terus disempurnakan ditambah juga dengan kurang lebih konsep pembiayaannya seperti apa,” kata AHY kepada wartawan di kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Rabu (21/1/2026).

AHY memastikan pendanaan dari APBN dan APBD akan ikut terlibat dalam pembangunan tanggul. Sebab, terangnya, pembangunan proyek besar itu akan melibatkan sejumlah pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

“Dapat saya jelaskan di sini secara umum tentu ada yang merupakan ataupun sumber penganggaran APBN. APBN atau pemerintah ya pemerintah tentu APBN dan APBD karena nanti akan melibatkan sejumlah provinsi dan juga kabupaten kota,” paparnya.

Akan tetapi, pria yang juga Ketua Umum Partai Demokrat itu memastikan pembiayaan proyek tidak hanya berasal dari anggaran pemerintah. Dia mengatakan, skema pembiayaan yang akan digunakan juga berbentuk kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), atau public private partnership (PPP).

Di sisi lain, AHY menyebut proyek tersebut tidak hanya berkaitan dengan tanggul. Ada juga hubungannya dengan konektivitas antarwilayah, land value capture, serta untuk kepentingan ekonomi, bisnis, komersial dan lain sebagainya. “Jadi kami pastikan ini menjaga lingkungan tapi dengan secara-secara sekaligus kita juga berupaya untuk meningkatkan nilai ekonomi pantura,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkap Giant Sea Wall sepanjang 535 kilometer (Km) akan segera dieksekusi dalam waktu dekat. Dalam penjelasannya, infrastruktur tersebut sangat diperlukan guna menahan penurunan muka tanah khususnya di sepanjang pesisir utara Jawa.

“Ini untuk menyelamatkan 50 juta penduduk, air laut naik 5 cm setahun, jadi harus segera kita selamatkan,” jelasnya dalam Ratas bersama Kabinet Merah Putih di Jakarta, Senin (20/10/2025). Terlebih, tambah Prabowo, hampir 60% pusat industri di Pulau Jawa berlokasi di sekitar pesisir Pantai Utara Jawa. Apabila tak diselamatkan, hal itu dikhawatirkan akan menghambat performa ekonomi nasional.

Prabowo juga telah membentuk Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa untuk merealisasikan rencana pembangunan giant sea wall di sepanjang Pantura Jawa. Prabowo mengungkap kalkulasi pembangunan giant sea wall di sepanjang pantai utara Jawa bakal tembus hingga US$80 miliar atau sekitar Rp1.297 triliun (asumsi kurs: Rp16.219).

Prabowo menjelaskan bahwa proyek tersebut bakal membentang sepanjang 500 kilometer (Km) dari Banten hingga Gresik. “Proyek ini menyangkut jarak yang tidak pendek, kalau tak salah 500 Km, dari Banten sampai Jawa Timur ke Gresik dan perkiraan biaya yang dibutuhkan US$80 miliar,” ujar Prabowo dalam acara puncak International Conference of Infrastructure (ICI) 2025, Kamis (12/6/2025).